Rabu, 28 April 2010

Banjir Bandang Meningkat karena Gempa Bumi

Banjir bandang diperkirakan akan makin sering terjadi dalam 5-10 tahun mendatang. Potensi banjir bandang ini meningkat seiring dengan meningkatnya potensi terjadinya gempa bumi di Indonesia.


Peneliti Banjir dan Daerah Aliran Sungai dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono di Yogyakarta, Senin (7/12), mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa gempa bumi hampir selalu diikuti oleh banjir bandang. "Di Yogyakarta, banjir bandang di Sungai Code terjadi setelah gempa, begitu pula di Aceh. Banjir bandang setelah gempa bumi bisa dirunut hingga kejadian tahun 1918," ujarnya.

Hal ini terjadi karena gempa bumi membuat tebing sungai menjadi rentan longsor. Ciri khas banjir bandang karena gempa bumi adalah banjir berupa lumpur dan mengandung banyak serpihan kayu.

Lebih lanjut, Agus yang baru saja mendapat penghargaan dari Departemen Pekerjaan Umum sebagai penulis artikel terbaik bidang PU tahun 2009 itu mengatakan, paradigma pencegahan banjir dengan pembangunan talut alias penahan banjir di bagian hilir harus diubah menjadi pencegahan banjir dengan pengelolaan dan penyerapan air di bagian hulu sungai.

Pembangunan talut seharusnya dihentikan karena hanya membuat air dialirkan dan dibuang percuma. Padahal, kebutuhan air saat ini semakin meningkat. Pembangunan talut juga berpotensi mengakibatkan banjir dengan intensitas lebih besar karena pembangunan talut membuat perumahan semakin turun ke bantaran. Akibatnya, potensi sungai meluap semakin besar.

"Pembangunan talut akan juga mematikan ekosistem pinggir sungai yang kaya dengan berbagai organisme unik," katanya.

Menurutnya, pencegahan banjir seharusnya difokuskan pada daerah pedesaan di bagian hulu sungai. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak daerah tangkapan air, yaitu dengan konservasi lahan pertanian dan perkebunan, membangun lumbung desa, tanggul pekarangan, dan sumur resapan di daerah pedesaan yang terdapat di hulu sungai. Langkah ini juga perlu dilakukan masyarakat di daerah perkotaan untuk mencegah krisis air bersih.

Kamis, 22 April 2010

Ternyata "Alien" Sudah di Bumi Membaur dengan Manusia

Ilmuwan Bulgaria menyatakan, alien atau makhluk luar angkasa sudah ada di bumi di antara kita. Mereka bahkan mengklaim sudah membuat kontak dengan makhluk cerdas di luar bumi itu.

Alien sudah ada di antara kita, dan mengawasi kita sepanjang waktu,” kata ilmuwan Bulgaria, Lachezar Filipov, kepada media Bulgaria.

Mereka mengaku bekerja untuk memecahkan serangkaian simbol kompleks yang dikirimkan ke mereka. Kini mereka sedang mengerjakannya. Hal itu dikatakan oleh ilmuwan dari Space Research Institute milik Pemerintah Bulgaria.

Mereka mengklaim telah menjawab 30 pertanyaan yang telah dikirim alien. Lachezar Filipov, Wakil Direktur Space Research Institute dari Bulgarian Academy of Sciences, mengonfirmasi hasil riset itu.

Ia mengatakan, pusat riset telah menganalisis 150 lingkaran pada ladang (crop circles) dari seluruh dunia. Mereka yakin hal itu akan menjawab pertanyaan.

“Mereka tidak bermusuhan dengan kita. Mereka ingin membantu kita, tetapi kita belum berhasil menjalin kontak lansung dengan mereka.”

Mr Filipov bahkan mengatakan, Vatikan setuju bahwa alien itu ada.

Manusia tidak bisa menjalin kontak dengan alien melalui gelombang radio, tetapi melalui kekuatan pikiran.

“Ras manusia akan memiliki kontak langsung dengan alien 10-15 tahun mendatang,” katanya.

“Mereka kritis pada sikap amoral manusia yang mengganggu proses alami,” katanya.

Publikasi soal alien ini dilaksanakan di tengah debat mengenai kontroversi peran, kelayakan, dan reformasi Bulgarian Academy of Sciences.

Minggu lalu, persoalan ini memicu debat antara Menteri Keuangan Bulgaria Simeon Djankov dan Presiden Georgi Parvanov

Rabu, 14 April 2010

NASA dan GM Bikin Robot Astronot

Misi luar angkasa selama ini harus dilakukan penuh ketelitian dan kehati-hatian karena di luar angkasa paparan radiasi langsung tanpa hambatan. Seorang astronot pun harus mengikuti prosedur yang ketat dan menggunakan pakaian khusus agar aman selama menjalankan pekerjaannya.

Namun, pada masa mendatang semua itu mungkin tak perlu dikhawatirkan. Saat kebutuhan eksplorasi luar angkasa semakin kompleks, robot banyak membantu menggantikan pekerjaan manusia di luar angkasa. Visi tersebut akan diwujudkan Badan Antariksa AS (NASA) dengan menggandeng General Motors. Keduanya sepakat bekerja sama mengembangkan robot astronot yang bisa digunakan untuk mengerjakan misi-misi berisiko tinggi dan berbahaya.

"Tantangan kami saat ini adalah membuat mesin yang bisa membantu pekerjaan manusia dan mengeksplorasi ruang angkasa," ujar Mike Coats, direktur di Pusat Ruang Angkasa Johnson dilansir Computerworld. Laboratorium milik NASA itu sebelumnya sudah merancang robot astronot yang diberi nama Robonaut bekerja sama dengan Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Robonaut dibuat pada 10 tahun lalu dan dirancang untuk melakukan penjelajahan ruang angkasa yang jauh.

Robot yang dikembangkan dengan GM akan diberi nama Robonaut2. Robot itu akan didesain dengan teknologi tercanggih dan kemampuan yang jauh lebih baik layaknya robot humanoid, antara lain kemampuan menyentuh dengan lembut dan barang yang kecil serta kekuatan yang ekstra jika diperlukan untuk mendorong atau mengangkat.

Selasa, 13 April 2010

Obati Penyakit Cacingan dengan Delima

Apakah anda pernah merasakan ada yang bergerak di dalam perut anda? Apakah anda tau kalau sekarang di perut anda itu sedang ada cacing yang sedang bergrilia menjamah semua bagian yang ada di perut anda itu. Memang sudah banyak sekali obat cacing yang beredar di apotik, dan dengan sekali minum, cacing itu akan hancur karena terurai.

Namun, jika obat cacing yang diapotk tidak mempan anda bisa menggunakan ramuan OBAT HERBAL yang terbuat dari tanaman obat yaitu delima. Sebenarnya delima bisa kita makan langsung, namun juga bisa dijadikan obat. Tentu anda sudah tau gimana bentuk buah dan pohon delima itu. Saya suka makan delima yang putih, dan rasanya memang sedikit manis dan kecut.

Nah balik lagi ke masalah delima yang untuk OBAT TRADISIONAL, untuk peracikannya anda bisa search di google, atau menunggu hingga saya update artikel ini.

Kamis, 01 April 2010

Elpiji untuk Bahan Bakar Sepeda Motor

Penggemar otomotif banyak yang paham manakala bensin digantikan elpiji dapat menjalankan mesin kendaraan seperti sepeda motor. Hasilnya akan lebih irit dan ramah lingkungan. Tetapi, faktanya masih terlampau sedikit orang yang berani mengaplikasikannya.

Kalau tidak tahu tekniknya, tabung elpiji untuk bahan bakar sepeda motor itu bisa meledak dan mencelakakan orang di sekitarnya,” kata Soelaiman Budi Sunarto, pendiri Koperasi Serba Usaha (KSU) Agro Makmur, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sekarang ini elpiji dalam kemasan tabung kecil ukuran tiga kilogram sangat mudah dijumpai. Tetapi, masih saja belum begitu banyak orang yang mengenal teknik konversi bensin menjadi elpiji untuk menjalankan mesin sepeda motor.

Budi sejak tahun 1998 membentuk perusahaan Agro Makmur di Desa Doplang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Ia mengembangkan teknologi energi yang ramah lingkungan berbahan dasar bio-etanol dan metana atau biogas. Dilengkapi pula pembuatan sarana produksinya, seperti alat biogas konsumsi sampah untuk mengubah sampah organik kering menjadi metana atau sarana untuk pemakaian bio-etanol dengan kompor berbahan bakar hemat etanol.

Sejak 2009 ditemukan elpiji untuk bahan bakar sepeda motor. Satu kilogram elpiji sudah diuji coba mampu untuk menjalankan sepeda motor sejauh 100 kilometer sampai 200 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu akan bergantung pada beban penumpang dan kelandaian jalan yang ditempuh.

Membran

Elpiji tidak bisa serta-merta dialirkan begitu saja ke ruang pembakaran mesin sepeda motor. Jika dilakukan asal-asalan, percikan api pada ruang pembakaran akan merembet menuju sumber elpiji, meledaklah tabung elpiji itu.

Budi mengatakan, kuncinya terletak pada membran. Membran terbuat dari tabung besi yang berfungsi menyimpan stok elpiji sebelum masuk ruang pembakaran melalui karburator. Kemudian karburator itu dimodifikasi. Tidak terlampau rumit memodifikasinya, tinggal menanggalkan fungsi pelampungnya. Fungsi pelampung di gantikan dengan membran itu.

”Hanya dua hal itu yang harus dilakukan. Jangan sekali-kali mencoba mengalirkan elpiji langsung menuju ruang pembakaran melalui karburator. Percikan api akan menjalar ke mana-mana, tabung elpiji akan meledak,” kata Budi.

Katup penyaluran gas

Untuk uji kelayakan membran, Budi dibantu peneliti dari Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Suryadi. Menurut Suryadi, prinsip kerja membran menggantikan fungsi pelampung dengan mempertimbangkan fleksibilitas bahan.

Membran dibuat dengan tabung besi berdiameter 8 sentimeter dengan panjang sekitar 4 sentimeter. Pada permukaan atas dan bawah tabung membran diberikan lapisan karet. Supaya tidak bocor, permukaan karet

dilapisi dengan pelat besi tipis. Dari tabung membran itu disediakan katup penyaluran gas ke karburator.

Menurut Suryadi, dalam pengujian kelayakan membran, daya tahan terhadap tekanan dipersyaratkan minimal mencapai 12 bar. Ini untuk mengantisipasi kekuatan tekanan elpiji yang berasal dari tabung elpiji.

Batas kemampuan menahan pada membran 12 bar itu untuk melampaui tekanan pada tabung elpiji yang hanya 10 bar.

Setelah elpiji mengalir ke karburator menuju ruang pembakaran, akan dibaurkan dengan udara. Mengenai komposisinya, secara umum pada sepeda motor bensin berbanding 1 untuk kapasitas bensin dengan 13 sampai 15 kapasitas udara.

Menurut Budi, berbeda halnya dengan komposisi yang dibutuhkan pada elpiji dengan udara. Komposisinya berbanding 1 untuk kapasitas elpiji dan 5 sampai 18 kapasitas udara.

Rinciannya demikian. Untuk start atau menyalakan mesin motor, dibutuhkan komposisi 1 untuk elpiji dan 5 untuk udara (1 : 5). Selanjutnya, untuk mesin menyala stasioner dengan komposisi 1 : 8.

Menuju akselerasi mesin komposisinya naik 1 : 12 dan menjadi 1 : 18 saat berjalan normal.

Harga ritel elpiji 3 kilogram di pasaran Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per tabung. Harga ini setara dengan sekitar 3,3 liter bensin (dengan harga Rp 4.500 per liter).

Menurut Suryadi, kisaran jarak tempuh 1 kilogram elpiji itu bisa 100 sampai 200 kilometer. Maka, satu tabung 3 kilogram elpiji bisa untuk jarak tempuh berkisar 300 sampai 600 kilometer, sedangkan 3,3 liter bensin hanya untuk sekitar 100 kilometer.

”Elpiji terbuat dari butana dan propana yang masih tergolong mahal jika dibandingkan metana yang bisa dihasilkan melalui pembakaran anaerob sampah organik kering,” kata Suryadi.

Metana, menurut Suryadi, masa depan bahan bakar kendaraan. Hanya saja saat ini pengepakan dan distribusinya masih menjadi kendala.